Workshop Farmakoekonomi dan Bussiness Plan
Written by Habib   
Friday, 21 March 2014
 Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) bertujuan menghasilkan Apoteker yang profesional di bidang dan tempat kerja masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, mulai tahun ajar 2013 PSPA memberlakukan kurikulum dengan sistem PBL (Problem Based Learning). Kurikulum dengan sistem PBL berbasis kompetensi ini disusun berdasarkan visi, misi, dan tujuan prodi Apoteker UII. 
 
Kurikulum diarahkan untuk membentuk kompetensi lulusan apoteker UII yang mengacu pada  standar kompetensi yang ditetapkan IAI dan APTFI. Kurikulum 2013/2014 terdiri dari 5 blok, yaitu blok pengembangan diri dan profesionalisme, manajemen farmasi, pengobatan rasional, compounding and dispensing, dan promosi kesehatan. Aktivitas mahasiswa dalam setiap bloknya terbagi dalam kuliah pakar, tutorial, praktikum, workshop, dan aktivitas lainnya.

Pembelajaran pada blok Manajemen Farmasi bertujuan agar mahasiswa memahami dan mampu mengaplikasikan konsep manajemen dalam berbagai bidang pekerjaaan kefarmasian baik itu apotek, rumah sakit, industri dan pemerintahan. Salah satu poin penting yang harus diperoleh oleh mahasiswa dalam pembelajaran manajemen adalah penyusunan business plan termasuk di dalamnya adalah analisis kelayakan keuangan/manajemen keuangan dan perhitungan pajak di Apotek.  Hal inilah yang mendorong diadakannya workshop business plan agar mahasiswa memiliki keunggulan di bidang kewirausahaan khususnya perapotekan. Pelaksanaan workshop selama 8 jam di auditorium FTSP UII (4/3) ini didahului pemberian materi oleh Ibu Novi Dwi Rugiarti, S.Si., Apt selaku Apoteker Pengelola Apotek UII Farma. Kemudian mahasiswa diberikan kesempatan untuk praktek bersama menyusun konsep business plan suatu unit usaha (apotek) dan melakukan perhitungan pajak dengan bimbingan dari Ibu Novi Dwi Rugiarti, S.Si., Apt.

Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini, tenaga kesehatan dituntut untuk menjalankan perannya masing-masing agar masyarakat memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Oleh karena itu Apoteker seebagai bagian dari tenaga harus mampu menjalankan perannya seebagai kendali mutu dan kendali biaya. Dalam rangka mempersiapkan mahasiswanya untuk menghadapi era JKN mendatang, PSPA UII melalui blok manajemen farmasi mengadakan workshop farmakoekonomi dan farmakoepidemiologi. Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep farmakoepidemiologi dan farmakoekonomi serta aplikasinya di dunia kefarmasian. Pembelajaran Manajemen Farmasi bertumpu pada pemahaman konsep Drug Management Cycle. Dalam tahap selection, pemahanan akan ilmu farmakoepidemiologi dan farmakoekonomi harus dikuasai mahasiswa untuk dapat melakukan pemilihan perbekalan farmasi (terutama obat) secara rasional dan cost-effective. Konsep ini yang mendasari proses seleksi obat dalam formularium nasional era JKN. Workshop yang dilaksanakan di auditorium FTSP UII (8/3) ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PSPA UII angkatan XXIV (103 mahasiswa) dengan menghadirkan pembicara yang mumpuni dibidang farmakoekonomi yaitu Dra. Tri Murti Handayani, Sp.FRS., Ph.D., Apt. (Dosen Fakultas Farmasi UGM). (diesty)
Last Updated ( Friday, 31 October 2014 )