Profesi Apoteker Universitas Islam Indonesia

Berita Terbaru
Meneguhkan Kualitas dan Eksitensi Apoteker Produk Farmasi UII di Kota Soto Print E-mail
Written by Lindung   
Monday, 07 August 2017
temu-alumni-farmasi-apoteker-uii-lamonganForum Komunikasi Keluarga Alumni Farmasi UII (FIKAF UII) yang terbentuk semenjak 12 Desember 2004 beranggotan lebih dari 3000 orang yang tersebar di seluruh nusantara. Setiap wilayah mulai membuat simpul-simpul yang terus berkoordiansi dengan pengurus pusat yang berkedudukan di Jogjakarta untuk menjalankan fungsinya sebagai wadah komunikasi antara alumni, memberikan sumbang saran, donasi untuk prodi farmasi maupun profesi apoteker UII.

Banyak sudah alumni yang menduduki posisi strategis di wilayah kerja / praktik masing-masing maupun di level organisasi IAI (Ikatan Apoteker Indonesia). Arief Alvian Rahman adalah alumni farmasi angkana 2001 yang sekarang menduduki ketua cabang IAI kabupaten Lamongan berinisiatif membuat simpul dan menyelenggarakan temu alumni untuk FIKAF UII wilayah Jawa Timur. Temu alumni ini dirangkai dengan CPD (continous professional development) untuk para apoteker di kabupaten lamongan dan sekitarnya. Alvian menuturkan bahwa di wilayah Jawa Timur sudah ada sekitar 50an alumni yang akan dikumpulkan pada acara ini.

CPD yang dilaksanakan pada hari Sabtu pagi, 22 Juli 2017, bertempat di aula kantor bupati Lamongan ini mengangkat tema tentang branding apoteker dan penggunaan obat yang rasional menampilkan narasumber dari dosen Farmasi UII. Saepudin M.Si., Ph.D., Apt membawakan materi “Peran Apoteker dalam Pengendalian dan Pencegahan Resistensi Antibiotik”, sedangkan Sukir Satrija Djati S.Farm., M.PH., Apt menyampaiakn materi “Praktik Kefarmasian Apoteker: Mewujudkan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat”. Acara ini sengaja menampilkan narasumber dosen Farmasi UII untuk menunjukkan kualitas dan pengalaman dalam memberikan materi maupun berbagi karya-karya yang telah dilakukan oleh para narasumber dalam memberikan sumbangsihnya terhadap upaya peningkatan penggunaan obat yang benar bagi masyarakat. Sambutan yang diberikan peserta juga cukup baik dan antusias mendapatkan inspirasi baru dari para narasumber.

Secara terpisah, sore harinya saat pelaksanaan temu alumni di hotel Grand mahkota Lamongan yang dihadiri kaprodi Farmasi UII bapak Pinus Jumaryatno, M.Phil., Ph.D., Apt, kaprodi profesi Apoteker UII bapak Dimas Adhi Pradana, M.Sc., Apt dan dosen senior Ibu Dra. Suparmi, M.Si., Apt para alumni Nampak antusias bersua dengan rombongan dosen dari UII. Baik Pak Dimas maupun Pak Pinus menyampaikan apresiasi untuk karya-karya alumni serta event yang diselenggarakan sebagai wujud eksistensi keberadaan Farmasi UII di Jawa Timur. Ibu Suparmi juga menyampaikan pesan-pesan agar alumni selalu menjaga perilaku dan terus berinovasi dalam karya dan praktiknya sebagai duta-duta Apoteker UII. Alumni banyak yang menanyakan terkait kesiapan Prodi Farmasi  untuk membuka / menyelenggarakan program pendidikan magister farmasi karna kehadiranya sangat diharapkan dalam rangka meningkatkan keilmuan maupun jenjang pendidikan. Para pengambil kebijakan di Farmasi dan Apoteker UII, memohon doa dan dukungan dari alumni semua semoga 2 – 3 tahun ke depan terlaksana apa yang dikehendaki para alumni. Moment special ini diakhiri dengan foto bersama dan sholat maghrib berjamaah di masjid Namira yang juga merupakan salah satu ikon kota lamongan.

 

temu-alumni-apoteker-uii-jatim

 

Last Updated ( Monday, 07 August 2017 )
Read more...
 
Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Profesi Apoteker FMIPA UII Angkatan 31 (UPDATE) Print E-mail
Written by Rossy   
Monday, 17 July 2017
pspa uii Program Studi Profesi Apoteker Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia akan menerima pendaftaran mahasiswa baru Program Profesi Apoteker UII Angkatan 31 pada bulan Agustus 2017 khusus dari lulusan S1 Farmasi UII. Adapun persyaratan penerimaan calon mahasiswa baru adalah sebagai berikut.
 
 
 

 

Last Updated ( Thursday, 04 January 2018 )
Read more...
 
Antibiotic Guardian Dance: Pesan Promosi Kesehatan Apoteker UII memukau peserta ACCP 2017 Print E-mail
Written by Lindung   
Thursday, 03 August 2017
accp-2017Asian Conference of Clinical Pharmacy (ACCP) yang tahun 2017 ini di selenggarakan di Indonesia merupakan event tahunan terbesar di Asia untuk bidang Farmasi Klinis. Fakultas Farmasi UNAIR Surabaya yang ditunjuk sebagai tuan rumah menggandeng Farmasi UII dan perguruan tinggi farmasi lainnya yang ada di Jogjakarta. ACCP 2017 kali ini bertemakan "Unity In Diversity and Standaridisation Of Clinical Pharmacy Service", menghadirkan pembicara top kelas dunia seperti Prof Lilian M Azzopardi (Presiden dari Europe Association Of Faculty Of Pharmacy), Prof Joseph T Dipiro (Dekan Virginia Commenwealth University Of Pharmacy, Richmond, Virginia USA), Prof Charles F Lacy (Profesor farmasi klinis dari Collage Of Pharmacy Roseman University Of Health Sciences, Nevada USA).
Acara yang diselenggarakan 27 – 31 Juli 2017 di Hotel Tentrem Yogyakarta ini juga berisi puluhan workshop dan symposium, ratusan presentasi oral dan presentasi poster yang bertemakan pendidikan farmasi, dan praktik kefarmasian. Farmasi UII juga menjadi tuan rumah collage visit  dan menerima 15 tamu peserta AACP 2017 untuk berkunjung dan melihat fasilitas laboratorium mini teaching hospital, teknologi farmasi dan tanaman obat. Para visitor sangat puas dan mengapresiasi capaian yang telah dicapai oleh Farmasi UII untuk semua unit yang diadakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Pada ACCP 2017 yang diikuti oleh 1500 peserta dari negara-negara di kawasan Asia diselenggarakan juga malam budaya dan gala dinner di pelataran Brahma candi Prambanan. Suguhan kuliner lokal berkelas dan sendratari Ramayana memanjakan para peserta dengan latar belakang pemandangan situs sejarah yang megah. Setiap negara pun diminta untuk tampil spontanitas menunjukkan atraksi budayanya. Tidak kurang tuan rumah Indonesia, Filipina, China, Vietnam, Thailand, Malaysia, Jepang, Singapore, dan Iran tampil unjuk kebolehan. Dosen Farmasi UII Saepudin Ph.D., Apt dan Sukir Satrija Djati, M.PH., Apt yang tergabung dalam tim budaya WANI WIRANG mewakili Indonesia untuk memberikan hiburan kepada sekitar 1000an peserta yang hadir pada acara malam itu.
Saepudin sebagai piñata laku dan Sukir Satrija Djati sebagai penulis skenario dan pemain cabaret membawa ide segar dalam pentas tersebut. Konsep budaya dan edukasi diramu apik menjadi cabaret show dengan judul Antibiotic Guardiance Dance. Kabaret dengan menampilkan tokoh Puanakawan yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk dan Bagong yang membawa pesan terkait penggunaan antibiotik yang benar ini menuai banyak pujian dari para penonton. Pesan-pesan seperti “Antibiotic is not for virus, is for bacteria” dan “Antibiotik: handle with care” mereka tampilkan dengan tarian gending dolanan anak, chicken dance, gangnam style dan lagu dangdut membawa suasana segar dan beberapa board member dari negara-negara peserta ikut serta menari mengikuti gerakan para pelakon di panggung.
Sukir Satrija Djati ditemui setelah event selesai, mengatakan sengaja mengangkat tema tentang penggunaan antibiotik yang benar karna menjadi isu globan dan menjadi konsen bagi semua apoteker dunia. Program studi profesi apoteker dan Farmasi UII juga secara konstan mengangkat isu ini untuk terus dikampanyekan lewat berbagai program pembelajaran mahasiswanya maupun pengabdian masyarakat yang diikuti civitas akademika yang ada. Penampilan tersebut juga mendapat apresiasi tingkat internasional melalui dunia maya. Diane Ashiru, PhD (Lead Pharmacist AMR programme dan Chair Antibiotic Guardian dari Public Health England – United Kingdom) melalui kicauannya di Twitter menuliskan: We have international #AntibioticGuardian champions, Belgium - @sibylanthierens; Indonesia - @SukirSaDja; Turkey - @Meldatogakecik.

Last Updated ( Monday, 07 August 2017 )
Read more...
 
Kementerian Kesehatan RI gandeng Apoteker UII untuk Sosialisasikan Penggunaan Obat Yang benar Print E-mail
Written by Rossy   
Monday, 08 May 2017
pspa uiiObat adalah komoditi yang unik dan tidak bisa dipersamakan dengan makanan ataupun minuman dalam mengkomsumsinya. Ada petunjuk, aturan bahkan larangan yang harus ditaati untuk mendapatkan manfaat yang optimal obat, jika tidak justru efek berbahaya, toksin hingga keselamatan jiwa bisa terancam. Sayangnya pola penggunaan obat di Indonesia oleh masyarakat belum bagus masih banyak ditemui ketidaksesuaian di sana sini.
 
Riset kesehatan dasar yang dirilis olen Kementerian Kesehatan tahun 2013 menyebutkan 27,8% rumah tangga Indonesia menyimpan antibiotik, salah satu alasannya untuk jaga-jaga kalau sakit. Hal ini tentu saja bertentangan dengan prinsip penggunaan obat yang rasional, antibiotik hanya dipergunakan untuk infeksi bakter dan mendapatkannya harus dengan resep dokter. Berbagai kasus penggunaan obat yang salah maupun penyalahgunaan obat juga menunjukkan bukti bahwa penyebaran informasi obat yang benar harus digalakkan oleh pihak-pihak terkait.
 
Periode 2015 Kementerian Kesehatan RI merilis program “GeMa CerMat” (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) sebuah literasi untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat untuk penggunaan obat yang benar. Program Studi Profesi Apoteker UII (PSPA UII) semenjak program ini diluncurkan telah proaktif untuk ikut serta mensuksesakan dengan mengkreasi tugas / pengabdian masyarakat bagi mahasiswanya lewat pembelajaran blok promosi kesehatan. Tugas pada blok promosi kesehatan mewajibkan mahasiswa PSPA UII untuk melakukan pendampingan masyarakat lewat konseling, penyuluhan, diskusi dengan kelompok-kelompok masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dalam menggunakan obat yang benar. Prodi S1 Farmasi UII pun mendukung gerakan GeMa CerMat dengan membuat skema pengabdian masyarakat dan early exposure bagi mahasiswa farmasi angkatan 2016 lewat KIO (Kampanye Informasi Obat) yang dilakukan dari pintu ke pintu di perumahan penduduk.

pspa uiiBeberapa kali dosen farmasi / apoteker UII juga dilibatkan oleh Kementrian Kesehatan RI sebagai narasumber diskusi penyusunan media GeMa CerMat. Pada 12 – 13 April 2017 salah satu staf pengajar Apoteker UII Sukir Satrija Djati, M.PH., Apt diminta oleh Kementrian Kesehatan sebagai narasumber untuk sosialisasi GeMa CerMat bagi Apoteker dan Masyarakat Kepulauan Riau. Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Propinsi Riau ini selain menghadirkan narasumber dari UII juga mengundang Hj. Siti Sarwendah, M.Sc (Anggota DPR RI Komisi IX), Erie Gusnellyanti, S.Si, Apt, MKM (Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Direktorat Jenderal Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI). Pada kesempatan ini Romo Sukir (begitu biasa mahasiswa memangilnya) memaparkan kepada para apoteker “agent of change” Gema CerMat di Kepri bahwa sudah menjadi keharisan dan tanggungjawab profesi apoteker untuk mendampingi masyarakat dan diminta proaktif memberikan informasi penggunaan obat yang benar. Ingat obat ingat DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan dan BUang obat dengan benar) dan TANYA 5 O (apa nama & isi; apa khasiat; berapa dosis; bagaimana cara pakai; apa efek samping) sebagai pedoman ketika masyarakat akan menggunakan obat.
      
Erie Gusnellyanti sebagai perwakilan Kementerian Kesehatan RI mengatakan terpilihnya Apoteker UII sebagai mitra / narasumber di berbagai kesempatan sosialisasi GeMa CerMat karena keaktifan kegiatan yang dilakukan apoteker UII baik langsung dimasyarakat, pembelajaran mahasiswa maupun media sosial. Salah satu perwakilan masyarakat yang hadir juga merasa senang mendapatkan tambahan materi tentang bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar dari apoteker UII. Sekda Propinsi Kepualaun Riau yang mewakili Gubernur saat membuka acara mengharapkan bahwa semua informasi dan pengetahuan yang hari itu didapatkan dari para narasumber bisa dipergunakan sendiri dan ditularkan ke seluruh masyarakat untuk lebih baik lagi dalam menggunakan obat.
(Yulianto)
Last Updated ( Saturday, 10 June 2017 )
Read more...
 
Prodi Profesi Apoteker UII Gelar temu Alumni di Kota Daeng Print E-mail
Written by Rossy   
Tuesday, 06 June 2017
http://pharmacist.pharmacy.uii.ac.id/images/Foto/18033898_10212668897579722_3594363615171570804_n.jpgMakassar yang dijuluki kota daeng tanah kelahiran para karaeng dengan pesona pantainya yang menawan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Program Studi Profesi Apoteker UII (PSPA UII). Banyak alumni Apoteker UII berpraktik, bekerja, berkarya dan mengabdi di kota Makassar, tersebar di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia timur lainnya. Semenjak berdirinya PSPA UII pada tahun 2002, mahasiswa dari perguruan tinggi farmasi di Makassar telah banyak yang bergabung dan menyelesaiakn gelar Apotekernya di UII. Mulai dari angkatan pertama yang hanya 2 orang saja hingga hari ini tidak kurang dari 700 orang mahasiswa S1 farmasi di Kota Makassar menjadi bagian dari keluarga besar alumni apoteker UII.

PSPA UII mengapresiasi kontribusi para alumninya di kawasan Indonesia timur dengan menggelar Temu Alumni Apoteker UII wilayah Indonesia Timur di Makassar. Acara yang digelar pada 22 April 2017 tak kurang dihadiri 120an alumni dari berbagai wilayah mulai dari Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara hingga Papua Barat. Para peserta terlihat sangat antusias menyambut event ini dan ketangan para dosen dan staf PSPA UII. Acara sarasehan alumni yang dipandu Sukir Satrija Djati dengan narasumber ketua PSPA UII mulai dari periode awal: Dra Dwi Pudjaningsih, M.MR., Apt; Dra Suparmi, M.Si., Apt; Saepudin, M.Si., P.hD., Apt; Dr Farida Hayati, M.Si., Apt dan Dimas adhi Pradana, M.Sc., Apt terlihat meriah dengan berbagai apresiasi dan masukan dari alumni untuk kemajuan PSPA UII.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengabdian masyarakat oleh dosen-dosen PSPA UII dengan menggelar CE (Continuing Education) untuk meningkatkan pengetahuan dan memberi informasi kefarmasian dalam menunjang pekerjaan / praktik para alumni sebagai apoteker. Dra Suparmi, M.Si., Apt memberikan materi tentang “Mekanisme Obat Antinyeri” dirangkai dengan materi dari Dwi Pudjaningsih M.MR., Apt tentang “Peranan Sistem Informasi manajemen dalam menunjang Praktik Kefarmasian”. Selain itu PSPA UII juga memberikan buklet berisi tulisan ilmiah para dosen sebagai penyambung silaturahin dan ujud kepedulian dalam mendampingi dan mendukung karya-karya yang dilakukan oleh para alumni khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Hj. Wiwik Badu, S.Si., Apt alumni pertama dari PSPA UII yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Barat, mewakili para alumni yang hadir menyampaikan rasa terimakasih atas lawatan PSPA UII ke Makassar dan menngelar acara temu alumni dengan berbagai kegiatan berbagai ilmu, pengalaman dan cindera mata. Hj Wiwik berharap event yang sama bisa terselenggara rutin dengan lokasi yang berbeda untuk terus mengikat para alumni sebagai satu keluarga dan kepedulian kampus dalam memberikan pembelajaran berkelanjutan bagi alumninya. Ketua PSPA UII saat ini Dimas Adhi Pradana, M.Sc., Apt menambahkan bahwa alumni adalah asset dan duta dari kampus agar masyarakat tahu kapabilitas hasil pendidikan yang diberikan oleh PSPA UII, untuk itu diharapkan para alumni untuk terus berkarya memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat sebagai wujud nyata baktinya untuk negeri.
(Yulianto)
Last Updated ( Saturday, 10 June 2017 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 19 - 27 of 353
unisys
Mini Teaching Hospital Profesi Apoteker UII
Forum UII

Polling

Bagaimana Kinerja Pengelola Profesi Apoteker UII
 

Who's Online

We have 1 guest online

Photo Galery

Galeri Foto UII